musik

Saterdag, 18 Mei 2013


belajar tentang sholat


Bila engkau hendak sholat, sempurnakanlah wudhu'mu, kemudian berdirilah menghadap ke kiblat, lalu bertakbirlah." (HR. Bukhari, Muslim)

Allah Ta'ala berfirman:
janganlah kamu shalat, sedang kamu dalam keadaan mabuk, sehingga kamu mengerti apa yang kamu ucapkan [QS An Nisaa 43]

Makna ayat tsb adalah jangan sholat dengan tidak mengerti apa yang diucapkan.


Takbir

اَللهُ أَكْبَرُ
Alloohu Akbar 
Allah Maha Besar


Istiftah

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ، وَتَبَارَكَ اسْمُكَ، وَتَعَالَى جَدُّكَ، وَلاَ إِلَـهَ غَيْرُكَ

Subhaanakallahumma wabihamdik, watabaarakasmuk, wata'aala jadduk, walaa ilaha ghoiruk

Maha Suci Engkau Allah, aku memujiMu, Maha Berkah akan nama-Mu, Maha Tinggi kekayaan dan kebesaranMu, tiada Ilah yang berhak disembah selain Engkau
[Shahih Tirmizdi & Shahih Ibnu Majah]



Isti'adzah / Ta'awwudz

أَعُوذُ بِاَللَّهِ اَلسَّمِيعِ اَلْعَلِيمِ مِنَ اَلشَّيْطَانِ اَلرَّجِيمِ  مِنْ هَمْزِهِ  وَنَفْخِهِ  وَنَفْثِهِ

A'uudzubillahissami'il alim minasysyaithonirrojim min hamzihi  wanafkhihi  wanaftsihi
Aku berlindung kepada Allah yang Maha Mendengar dan Maha Mengetahui dari setan yang terkutuk dari godaannya tipuannya dan rayuannya

-atau-

أَعُوْذُ بِاللِه مِنَ الشََّيْطَانِ الرَّجِيْمِ

A'uudzubillahi minasysyaithonirrojim
Aku berlindung kepada Allah dari godaan syaitan yang terkutuk


Membaca Al Fatihah
Membaca Ayat Al Quran

Takbir

Ruku'
سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ رَبَّنَا وَبِحَمْدِكَ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِيْ
Subhaanakallahumma robbanaa wabihamdik, Allohumaghfirlii

Maha Suci Engkau Allah, Rabb-ku, aku memujiMu, Ya Allah ampunillah kesalahanku.
[HR. Bukhari dan Muslim]


I'tidal
سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَهُ
Sami'alloohu liman hamidah

Semoga Allah mendengar pujian orang yang memujiNya
[HR. Bukhari]


رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ، حَمْدًا كَثِيْرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيْهِ
Robbanaa walakalhamd, hamdan katsiiron, thoyyiban mubaarakan fiih

Wahai Rabb kami, bagiMu segala puji, aku memujiMu dengan pujian yang banyak, yang baik dan penuh dengan berkah
[HR. Bukhari]


Takbir

Sujud
سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ رَبَّنَا وَبِحَمْدِكَ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِيْ
Subhaanakallahumma robbanaa wabihamdik, Allohumaghfirlii

Maha Suci Engkau Allah, Rabb-ku, aku memujiMu, Ya Allah ampunillah aku.
[HR. Bukhari dan Muslim]


Takbir

Duduk Antara Dua Sujud
رَبِّ اغْفِرْ لِيْ رَبِّ اغْفِرْ لِيْ
Robbighfirlii, Robbighfirlii

Rabbku, ampunilah kesalahanku. Rabbku, ampunilah kesalahanku.


Takbir

Sujud

Takbir
Bangkit berdiri atau duduk Tasyahud


Duduk Tasyahud
Dari Wail bin Hujr radhiyallahu anhu, dia berkata:
"Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam meletakkan kedua tangan dan sikunya di atas pahanya, dan meletakkan kedua ujung jarinya di atas kedua lututnya, dengan posisi menggenggam jarinya dan membentuk lingkaran. Kemudian beliau mengangkat jari telunjuknya dan berdo'a sambil menggerakkannya." (HR. Ahmad, Bukhari, Abu Dawud, An-Nasa’i, Ad-Darimi, Ibnul Jarud, Ath-Thabarani, Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban, Al-Bahaqi dan Ibnul Jauzi)

Abdullah bin Sakhbarah Abu Ma'mar berkata: Aku mendengar Ibnu Mas'ud berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mengajariku tasyahud, telapak tanganku di antara kedua telapak tangan beliau sebagaimana beliau mengajariku beberapa surat dari Al Qur'an, beliau mengucapkan:

التَّحِيَّاتُ لِلَّهِ، وَالصَّلَوَاتُ وَالطَّيِّبَاتُ، السَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ، السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللهِ الصَّالِحِيْنَ
أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ

atahiyyaatu lillah, washshalawaatu, waththayyibaatu,
assalamu 'alayka 'ayyuhannabiyyu warahmatulloohi wabarakaatuh,
assalamu 'alaynaa wa'ala 'ibaadilhishshaalihiin
asyhadu anlaa ilaha illallah wa asyhadu anna muhammadan abduhu warasuuluh

(Segala penghormatan hanya milik Allah, juga segala pengagungan dan kebaikan. Semoga kesejahteraan terlimpahkan kepadamu, wahai Nabi, begitu juga rahmat dan berkahNya. Kesejahteraan semoga terlimpahkan kepada kita dan hamba-hamba Allah yang shalih. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan yang hak disembah selain Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusanNya)

Saat itu beliau berada di tengah-tengah kami namun ketika beliau telah wafat kami mengucapkan: Assalamu 'alan Nabiyyi

[HR Ahmad no. 3935]


Bersholawat
Dari Abu Mas'ud bahwa Basyir Ibnu Sa'ad bertanya: "Wahai Rasulullah, Allah memerintahkan kepada kami untuk bersholawat padamu bagaimanakah cara kami bersholawat padamu?" beliau diam kemudian bersabda: "Ucapkanlah:

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ  وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ  كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ
وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ  وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ  كَمَا بَارَكْتَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ
فِي اَلْعَالَمِينَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ  

Allohumma sholli 'ala Muhammadin wa 'ala aali Muhammad, kamaa shollaita 'ala aali Ibrahim.
Wabaarik 'ala Muhammadin wa 'ala aali Muhammad, kamaa baarokta 'ala aali Ibrahim.
Fiil 'aalamina innaka hamidun majid.

(Ya Allah limpahkanlah rahmat atas Muhammad dan keluarganya sebagaimana telah Engkau limpahkan rahmat atas Ibrahim. Berkatilah Muhammad dan keluarganya sebagaimana Engkau telah memberkati Ibrahim.
Di seluruh alam ini Engkau Maha Terpuji dan Maha Agung)
kemudian salam sebagaimana yang telah kamu ketahui." [HR. Muslim]

Dalam hadits tersebut Ibnu Khuzaimah menambahkan: "Bagaimanakah cara kami bersholawat padamu jika kami bersholawat padamu pada waktu sholat."  [Sumber: Bulughul Maram]


Doa Setelah Tasyahud Akhir Sebelum Salam

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ، وَمِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ، وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ، وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ الْمَسِيْحِ الدَّجَّالِ

Allohumma innii a'uudzu bika min 'adzaabilqobri, wamin 'adzaabi jahannam, wamin fitnatilmahya walmamaati, wamin syarri fitnatil masiihid dajjaal

Ya Allah, Sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dari siksa kubur, siksa neraka Jahanam, fitnah kehidupan dan setelah mati, serta dari kejahatan fitnah Almasih Dajjal
[HR Muslim]


Salam
assalaamu 'alaykum warahmatulloohi wabarakaatuh


Usai salam dapat dilanjutkan dengan dzikir ba'da sholat.
Untuk waktu Shubuh dapat dilanjutkan dengan dzikir pagi.
Untuk waktu Ashar dapat dilanjutkan dengan dzikir petang.